PERS RILIS KEGIATAN PBL KELOMPOK 4
PBL Kelompok 4 desa Kepuhkiriman RW 4
Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya melaksanakan kegiatan Praktik Belajar Lapangan (PBL) sebagai bentuk pembelajaran berbasis lapangan yang bertujuan mengaplikasikan ilmu kesehatan masyarakat secara langsung di masyarakat. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, mahasiswa PBL Kelompok 4 melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di RW 04 Desa Kepuhkiriman, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, sebagai upaya nyata untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat setempat.
Kegiatan PBL diawali dengan turun lapangan (turlap) yang dilakukan melalui wawancara langsung dan observasi lingkungan kepada responden di wilayah RW 04. Wawancara digunakan untuk menggali informasi kondisi kesehatan masyarakat, sedangkan observasi dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi lingkungan, perilaku kesehatan, serta faktor pendukung dan penghambat kesehatan di masyarakat. Data yang diperoleh kemudian diolah dan dianalisis sebagai dasar dalam mengidentifikasi permasalahan kesehatan yang paling dominan.
Selanjutnya, mahasiswa PBL Kelompok 4 melaksanakan kegiatan pra-miniloka, yaitu pemaparan hasil pengolahan dan analisis data kepada pihak desa yang melibatkan Ketua RW, Ketua RT, serta kader kesehatan. Dalam kegiatan ini, mahasiswa menyampaikan gambaran kondisi kesehatan masyarakat RW 04 dan bersama-sama menyepakati tiga prioritas masalah kesehatan, yaitu hipertensi, diabetes melitus, dan penyakit jantung koroner, sebagai fokus utama intervensi yang akan dilaksanakan.
Berdasarkan hasil kesepakatan tersebut, disusun dan dilaksanakan rangkaian kegiatan intervensi yang terdiri dari Program LENTERA (Langkah Terbaik Menuju Aksi Sehat Bersama) dan Program SEHAT RASA (Sehat tanpa mengorbankan rasa).
Program LENTERA (Langkah Terbaik Menuju Aksi Sehat Bersama) diawali dengan kegiatan senam bersama, kemudian dilanjutkan dengan pre-test untuk mengukur pengetahuan masyarakat terkait penyakit hipertensi, diabetes melitus, dan jantung koroner. Setelah itu dilakukan edukasi kesehatan mengenai ketiga penyakit tersebut, disertai sesi tanya jawab interaktif, di mana peserta yang aktif bertanya diberikan doorprize sebagai bentuk apresiasi. Kegiatan kemudian ditutup dengan post-test untuk menilai peningkatan pengetahuan peserta setelah edukasi diberikan.
Rangkaian intervensi selanjutnya adalah Program SEHAT RASA (Sehat tanpa mengorbankan rasa), yaitu program demonstrasi memasak sehat yang menekankan pada cara pengolahan makanan rendah gula, garam, dan minyak. Melalui kegiatan ini, masyarakat diberikan contoh langsung praktik memasak yang lebih sehat dan sesuai untuk pencegahan penyakit tidak menular. Setelah demo memasak, dilakukan pembagian menu makanan sehat kepada peserta sebagai bentuk edukasi sekaligus contoh penerapan pola makan sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan PBL ini, diharapkan terjalin kerja sama yang baik antara mahasiswa, perangkat desa, kader kesehatan, dan masyarakat dalam upaya meningkatkan pengetahuan, kesadaran, serta perilaku hidup sehat, khususnya dalam pencegahan hipertensi, diabetes melitus, dan penyakit jantung koroner di RW 04 Desa Kepuhkiriman.


Komentar
Posting Komentar